Apakah Oksigen Masih Cukup?

oksigen-rupiah1
Apakah Oksigen Masih Cukup? Ahli hikmah mengatakan bahwa perjalanan
hidup manusia, tidak ubahnya bagaikan seorang penyelam mutiara. Seorang
penyelam mutiara dalam melaksanakan tugasnya selalu berbekal tabung
oksigen yang dibawa di punggungnya. Ketika ia hendak terjun menyelam,
niatnya tiada lain hanya ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya.

Tetapi begitu terjun ke laut, ketika saat itu pula ia mulai lupa pada
tiram yang harus dicarinya. Pemandangan di dalam laut yang sangat
mempesona dengan bunga karang dan ikan hias yang berwarna warni sangat indah
membuatnya silau. Ia pun terlena bercanda ria mengejar ikan-ikan yang
berwarna warni dan melupakan tugas semula mencari tiram mutiara yang
berada jauh di dasar laut. Hingga pada saat akhirnya, dia pun sadar bahwa
oksigen di punggungnya tinggal sedikit lagi.

Maka, timbulah rasa takutnya yang tidak terbayangkan olehnya bagaimana
kemarahan majikannya kelak bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa
tiram mutiara yang diharapkan. Dengan tergesa-gesa karena oksigen dalam
tabung hampir habis, ia berusaha mengambil tiram yang ada
sebanyak-banyaknya. Namun sayang, fisiknya kelelahan setelah bercanda ria dengan ikan
hias yang indah-indah itu tidak menunjang lagi, sehingga terjadilah
“nafsu besar tenaga kurang”.

Akhirnya isi tabung oksigen benar-benar habis, sehingga meskipun tiram
mutiara yang dibawanya sangat sedikit, ia mau tidak mau harus muncul ke
permukaan. Malangnya lagi karena terburu-buru, dia tidak sempat
mengikat kantongnya dengan baik, sehingga begitu tersenggol ikan yang
berseliweran disampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah
payah itu bertumpah keluar.

Di permukaan majikannya sudah menunggu. Ketika dilihatnya isi kantong
si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang ia harapkan,
maka ia pun mencaci maki penyelam itu dan saat itu juga langsung
dipecatnya tanpa diberi pesangon sedikit pun.

Dengan penuh penyesalan si penyelam berusaha meminta kesempatan ulang
untuk menyelam kembali, namun majikannya menolak.

Yang ingin disampaikan dalam kisah ini, yaitu perumpamaan-perumpamaan
yang begitu mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung
oksigen melambangkan umur manusia, tiram mutiara mengibaratkan pahala, dan
tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karena riya,
sedangkan keindahan yang ada dalam lautan melambangkan godaan-godaan
akan kenikmatan duniawi.***

(Sumber : Tabloid MQ EDISI 3/TH.I/JULI 2001)

semoga bermanfaat
posted by badaruddin harahap
Wallahua’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: